no-style

LAHIRNYA SANG PEMIMPIN

, Maret 10, 2024 WIB Last Updated 2024-03-11T05:09:12Z


Perjalanan di Tanah Kelahiran


Hidup bergantung pada bagaimana kita menentukan sebuah pilihan. Sebagaimana orang bijak berkata “Hidup adalah Sebuah Pilihan”. Kehidupan kita ke depan sangat tergantung pada yang kita jalani hari ini. Kesedihan, kesusahan, perasaan senang, bahagia, bahkan kecewa hanyalah bentuk ekspresi perasaan yang datang silih berganti untuk mengisi ruang-ruang dalam hidup kita. 


Layaknya roda yang berputar, kadang diatas dan terkadang di bawah. Tidak ada yang dapat menjamin bahwa hidup kita selalu berada di puncak kejayaan atau berada pada kondisi paling terpuruk. Hanya Allah yang Maha Mengatahui, kita ibarat pelakon menjalani alur cerita yang telah ditentukan dan selalu bersyukur atas pemberian serta kehendak-Nya.


Nurianto Rahmad Soepadmo lahir di Kisaran, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara pada tanggal 30 Agustus 1959. Ayahnya bernama Rahmad Soepadmo dan Ibunya Hj. Nurjanah adalah seorang pendidik, yang ikut membidani lahirnya Perguruan Taman Siswa di Kisaran. 


Nurianto anak bungsu dari tujuh bersaudara, meski terlahir sebagai anak terakhir dari keluarga Rahmad Soepadmo tapi dengan pendidikan yang diterapkan oleh orang tuanya menjadikan Nurianto memiliki karakter yang disiplin, mandiri, bertanggungjawab, dan semangat yang tinggi.


Nurainto memulai pendidikan formilnya di SD Taman Siswa Kisaran dan lulus di tahun 1971. Selanjutnya ke SMP Negeri 1 Kisaran yang diselesaikannya pada tahun 1974. Pendidikan menegah atas dilakukannya di Medan tepatnya di SMA Negeri 6 Medan dan lulus di tahun 1977. Saat memutuskan hijrah ke Medan, sejatinya orang tuanya kurang menyetujuinya. 


Namun Nurianto yang sangat memegang prinsip dan penuh tekad, menjadikanya konsisten terhadap apa yang sudah menjadi keputusannya. Meski orang tuanya tidak memberikan biaya untuk kepindahannya ke Medan dengan harapan Nurianto mengurungkan niatnya, tapi tekad Nurianto sudah bulat dan “never give up”. 


Hidup jauh dari orang tua menjadikan kemandirian Nurianto makin terasah. Saat menempuh pendidikan di Medan, Nurianto harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Setelah lulus dari sekolah menengah atas, Nurianto berniat melanjutkan pendidikannya ke salah satu perguruan tinggi di Yogyakarta. Namun berita duka diterimanya sesaat setelah dia mulai mengurus administrasi di kampus. Ayahnya Rachmad Soepadmo berpulang ke Rahmatullah. 


Merasakan beban berat sang Ibu Hj. Nurjanah, di usia senja yang masih harus berjuang sendiri untuk membiayai beberapa kakaknya, akhirnya Nurianto memutuskan untuk membatalkan pendidikannya di Yogyakarta. Dan memilih kembali ke Medan agar lebih dekat dengan ibunya. Nurianto menyampaikan kepada ibunya, bahwa dia akan membiayai sendiri biaya pendidikan dan biaya hidupnya di Medan.


Nommensen University (saat ini bernama Universitas HKBP Nommensen), Fakultas Ekonomi, Jurusan Administrasi Negara menjadi pilihan Nurianto dan lulus di tahun 1982. Gelar Sarjana Ekonomi yang diraihnya menjadikannya berambisi untuk mendapatkan pekerjaan yang terbaik.  


Mengubah Jalan Hidup di Tanah Rantau


Menjadi dewasa adalah sebuah proses yang terjadi pada setiap manusia. Kedewasaan bukan sekedar diukur dari usia tua-mudanya, tapi juga dari pilihan yang diambil, keputusan yang bertanggungjawab dan menerima semua konsekuensi akibat keputusannya. Orang yang dewasa akan selalu bertanggung jawab penuh atas apa yang dikerjakannya dan memahami bahwa setiap perbuatan selalu ada konsekuensi logisnya. 


Jadi kunci dari kedewasaan adalah “tanggung jawab”. Tanggung jawab bukan sebuah sikap yang datang dengan sendirinya, tapi sesuatu yang kita peroleh seiring berjalannya waktu, yang lahir karena kondisi yang terjadi dalam hidup kita. Pada akhirnya tanggung jawab sangat tergantung pada pola pikir, pilihan tindakan dan kata dalam tiap fase hidup yang kita jalani. 


Keharusan untuk membiayai sendiri biaya pendidikan dan biaya hidupnya, Nurianto kuliah sambil bekerja di PT. Karya Hevea, perusahaan perkebunan karet di Medan mulai dari staf administrasi hingga menjadi staf internal kontrol. Karena idealisme dan keinginannya untuk mencari pengalaman, Nurianto memutuskan untuk keluar dari PT. Karya Hevea dan bekerja di PT. Maskapai Asuransi Jasa Tania. 


Selanjutnya pindah lagi ke Publik Akuntan Hadi Susmanto dan Co sebagai staf internal kontrol. Pada tahun 1986 Nurianto diterima bekerja di PT. Boursumij Wehry Indonesia (PT. BWI), perusahaan multi nasional yang bergerak di bidang distribusi “consumer goods” seperti produk Susu  Bendera (Frisian Flag), makanan kaleng Pronas, minuman Pocari dan masih banyak lagi. Di perusahaan inilah Nurianto membangun karir pekerjaaannya hingga mencapai puncak karir.


Memulai sebagai staff administrasi, selanjutnya jadi Koordinator Administrasi Keuangan untuk wilayah Aceh, Sibolga (Sumatera Utara), dan Padang. Karena cara kerja yang penuh tanggung jawab dan pekerja keras, dalam beberapa bulan bekerja sudah mendapat kepercayaan untuk turut serta dalam menyelesaikan permasalahan administrasi, manajemen, dan keuangan di PT. BWI cabang Mataram yang membawahi wilayah NTB, NTT, dan Timor Leste. 


Dalam kurun waktu satu tahun Nurianto mampu membenahi administrasi, manajemen dan keuangan di PT. BWI Cabang Mataram.  Atas keberhasilannya di tahun 1987 Nurianto diangkat menjadi Kepala Cabang PT. BWI Ampenan. Tidak berselang lama, ditemukan kembali pemasalahan di PT. BWI wilayah Bali yang berkantor di Denpasar. Berdasarkan putusan pimpinan, Nurianto ditunjuk kembali untuk menyelesaikan permasalahan serta membenahi kondisi yang ada di cabang tersebut. 


Sekali lagi, Nurianto menunjukkan kemampuannya dan berhasil membenahi PT. BWI Cabang Bali. Atas pencapaian tersebut, Nurianto diangkat menjadi Kepala Cabang PT. BWI Ampenan dan Denpasar yang membawahi wilayah Bali Nusa Tenggara (Nusra), sekaligus menjadi Kepala Cabang termuda saat itu.


Selama dua tahun bekerja sebagai Kepala Cabang untuk Wilayah Bali Nusra, banyak prestasi yang telah ditorehkannya. Prestasi kerja yang dihasilkan Nurianto, membawanya pada jenjang karir yang lebih tinggi. Tahun 1991 diangkat sebagai Manager PT. BWI Cabang Denpasar dan Ampenan, selanjutnya 1992 menjadi Manager Regional Non Susu PT. BWI Cabang Denpasar. Tahun 1994 merangkap sebagai Regional Manager Cabang Denpasar dan Area Sales Manager PT BWI. Di tahun yang sama kembali meningkat karirnya menjadi Staf Direktur Utama PT. BWI. 


Karir terus berkembang di tahun 1995, Nurianto diangkat sebagai Direktur di beberapa perusahaan yang berada dibawah naungan Mantrust Group, yaitu PT. Canning Indonesian Product (PT. CIP) yang bergerak di bidang pengalengan daging - cornet beef dengan merek Pronas, PT. Mantrust Asahi Airways yang konsentrasi di bidang penerbangan. 


Pada saat diangkat menjadi Direktur Utama PT. CIP, kondisi perusahaan sedang menurun baik dari segi sumber daya manusia maupun segi pendapatan. Dalam tempo satu tahun, kinerja perusahaan sudah membaik. Apresiasi atas keberhasil di PT. CIP, Nurianto diangkat menjadi Area Manager PT. BWI yang membawahi wilayah Indonesia Timur yaitu Jawa Timr, Kalimanatan, Sulawesi, dan Bali Nusra. 


Dari saat itu, karir Nurianto terus menanjak. Di awali dengan diangkatnya Nurianto sebagai Direktur Komersil di PT. BWI merangkap sebagai Direktur di PT. CIP, Direktur di PT. Pengambengan Raya, dan Direktur Penerbangan Mantrust Asahi Airways. Pada usia 39 tahun, Yanto telah menduduki jabatan penting di beberapa perusahaan multinasional. 

 

Dibalik kesuksesan seorang pria, ada seorang wanita yang mendukung disampingnya. Farida Hanum yang dikenal Nurianto saat bersekolah di SMA Negeri 6 Medan, adalah putri dari salah satu keluarga Batak terkenal di daerah Tapanuli Selatan. Nurianto mengambil langkah berani untuk memulai kehidupan berumah tangga dengan meminang Farida Hanum pada tahun 1983. Meskipun tahu terdapat perbedaan besar lantar belakang keluarga diantara keduanya, Nurianto tetap memutuskan Farida menjadi pendamping hidupnya.

 

Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai empat orang anak, tiga laki-laki dan seorang perempuan. Saat ini keempat anaknya sudah membina keluarga dan memiliki karir masing-masing. Ada yang berkarir di perbankan, ada yg pengusaha, dan ada yang menjadi sutradara.



Keinginan Jadi Manfaat untuk Orang Banyak


Saat Nurianto berada di puncak karir tepatnya di tahun 1997, terjadi resesi ekonomi di dunia yang berimbas pada perusahaan-perusahaan yang dipimpin oleh Nurianto saat itu. Akibatnya pihak berwajib melakukan pemeriksaan terhadap perusahaan-perusahaan tersebut. 


Situasi saat itu sangat menguras energi dan pikiran guna mencari jalan keluar dari segala permasalahan yang terjadi. Permasalahan saat itu banyak yang berkaitan dengan hukum. Nurianto mulai berpikir, dibandingkan membuang uang untuk membiayai pengacara, akan lebih baik memberdayakan sumber daya manusia yang ada di perusahaan. Pengalaman ini menjadikan Nurianto mengerti dan memahami masalah hukum. 


Dengan tekad bulat Nurianto memutuskan untuk menangani sendiri masalah hukum yang melibatkan perusahaan tempatnya bekerja. Dia menyampaikan maksudnya pada perusahaan dan akhirnya membawanya melanjutkan pendidikan di Fakultas Hukum, tepatnya di Fakultas Hukum Universitas Mahendradatta. Pada tahun 1999, Nurianto menyelesaikan pendidikan S1 nya di Fakultas Hukum Universitas Mahendradatta. 


Pada awalnya, Nurianto memilih melanjutkan pendidikan di bidang hukum, hanya untuk menyelesaikan dan memahami berbagai permasalahan hukum yang dialami perusahaannya. Namun setelah mempelajari hukum, dia merasakan ketertarikan pada pengetahuan yang baru didalaminya itu, dan ini menjadi langkah awal dirinya mulai bergelut dalam karir sebagai pengacara. Untuk memantapkan pengetahuan dan pemahamannya di bidang hukum, Nurianto melanjutkan mengambil magister hukum di Universitas Udayana dengan konsentrasi Hukum dan Sistem Peradilan Pidana. 


Di tahun 2004, Nurianto berhasil meraih gelar Magister Hukumnya. Tidak cukup hanya sampai disitu, Nurianto kembali melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Pada tahun 2012, berhasil meraih gelar Doktor dari Universitas Brawijaya dengan topik disertasi berkaitan tentang hukum Perdagangan Manusia (Human Trafficking).

 

Selain membangun karir di dunia usaha, Nurianto juga aktif di dunia pendidikan dan advokasi hukum. Baik di sektor usaha, pendidikan, dan advokasi hukum semua dilakukan secara simultan dan beriringan. Nurianto terus menuntut ilmu, selain yang sudah diuraikan sebelumnya masih banyak lagi pendidikan yang telah ditempuhnya dibeberapa universitas lain untuk memperdalam ilmu ekonomi, keuangan, dan pemasaran. 


Untuk Sejak tahun 1995 hingga sekarang, Nurianto menjadi dosen di Universitas Mahendradatta dan mulai tahun 2022 hingga sekarang menjadi dosen juga di ISTNUBA (Institut Sains dan Teknologi Nahdatul Ulama Bali).


Setelah menyelesaikan pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Mahendradatta, Nurianto mendapatkan ijin sebagai Pengacara. Dan pada tahun 2001, mendirikan Talitha Associated.

    

Membangun sebuah bisnis bukanlah hal yang mudah. Kesuksesan tidak diperoleh dari kita duduk santai, namun dari usaha, perjuangan, dan kerja keras. Kesuksesan adalah suatu hal yang semu. 


Kehidupan ini setiap waktu selalu berkembang dan sebagai manusia harus senantiasa mengikutinya. Begitu juga dengan bisnis, ketika hari ini mendapatkan kesuksesan maka dia harus mempertahankannya bahkan mengembangkannya.


Demikianlah Nurianto Rachmad Soepadmo dalam merintis karir dan bisnisnya. Untuk bisa menggapai tujuannya, terkadang tidak mudah. Disiplin, kerja keras, dan tidak mudah menyerah itu adalah modal penting bagi kita yang ingin sukses. 


Kesuksesan bukanlah hanya sebatas pada karir semata. Kesuksesan lebih pada saat kita sudah mampu mengalahkan diri kita untuk tidak malas, menjadi pribadi yang mampu bergerak maju, dan mampu untuk memberikan manfaat bagi orang lain.


Kesuksesan juga tidak berjalan sendiri. Dibalik kesuksesan yang kita raih, maka akan ada orang-orang yang menguatkan kita. Keluarga memberikan peran yang kuat dalam menggapainya. 


Hasrat kita untuk maju dan berjuang, tiada lain juga karena motivasi dari mereka. Selain keluarga, keyakinan pada Allah turut menjadi sumber daya yang menjadi pemicu kesuksesan tersebut. Allah tidak pernah diam, dengan kuasa Nya, apa yang kita anggap mustahil, maka akan terjadi. Perjuangan yang kita lakukan tak akan pernah diabaikan oleh Nya, dan perlahan cahaya kehidupan akan menyinari kita.


Keinginannya adalah dapat memberikan manfaat bagi orang lain. Keberadaannya dan bisnis yang dibangunnya bukanlah semata-mata untuk dia pribadi atau untuk keluarganya, namun juga untuk semua orang. 


Berbagi, dengan cara itulah Nurianto mengucapkan syukur atas segala nikmat yang Allah berikan. Atas semua limpahan anugrah dan rezeki yang di berikan Allah hingga pencapaiannya sampai saat ini. Semoga ke depan segala apa yang dilakukan dan diusahakan dapat memberikan manfaat bagi keluarganya dan kemaslahatan ummat.

Perjalanan hidup ini memberikan hikmah kepada Nurianto, untuk selalu bersyukur akan nikmat yang telah diberikan Allah dan memberikan keyanin kepada Nurianto segala sesuatu terjadi karena kehendak Allah.


Denpasar, 8 Maret 2024


H. Nurianto RS

Komentar

Tampilkan

  • LAHIRNYA SANG PEMIMPIN
  • 0


 





 

Kabupaten